Rabu, 28 September 2011
Pukul 21.55 sekitaran Mall Taman Anggrek, tepatnya di depan Podomoro City. Gw baru keluar dari pelataran parkir Mall Taman Anggrek (MTA). Saat itu situasi lalu lintas cukup sepi, hanya beberapa mobil dan motor yang melintas. Ketika melintas di depan Podomoro City, ada sebuah motor yang mencoba keluar dari jalur busway. Motor tersebut melaju tidak terlalu pelan dan tidak terlalu cepat. Mungkin sekitar 40-50 km/jam.
Motor tersebut menerobos gelapnya jalan di depan Podomoro City yang terang benderang. Tiba-tiba motor tersebut terjatuh dan helmnya terlempar sekitar 5 meter dari posisi kepala sang pengendara. Di ujung lain jalan tersebut, ada 2 tukang ojek yang melihat kejadian tersebut dan mencoba menerobos jalan yang sangat lebar untuk memberikan bantuan. Sang pengendara terlihat tidak bergerak setelah terjatuh. Mungkin pingsan karena benturan yang keras, bisa juga meninggal.
Kalau dilihat dari kejadian tersebut, ada 3 kesalahan besar yang bisa dicatat. Pertama, tidak tersedianya sarana penerangan jalan alias lampu jalan yang cukup. Karena kurang penerangan, maka sang pengendara tidak bisa melihat separator busway yang akan menghadangnya sampai ia mengalami kecelakaan. Kedua, jangan pernah menerobos jalur busway walaupun dalam keadaan jalanan sepi. Memang inilah kelemahan masyarakat kita, suka melanggar apa yang dilarang. Di malam hari, tidak ada gunanya menerobos jalur busway karena lalu lintas umumnya sudah cukup sepi.
Kesalahan ketiga adalah sang pengendara motor tidak meng-KLIK helmnya. Kalau dilihat di lokasi kecelakaan, helmnya sudah memenuhi SNI. Tapi kenapa bisa terlepas dari kepalanya? Mungkin tidak di-KLIK, mungkin juga di-KLIK tetapi bisa dengan mudah terlepas.
Terlepas dari ketiga faktor tersebut, sebagai pengendara haruslah berhati-hati dalam mengendalikan kendaraannya. Jika sudah mengantuk, sebaiknya berisitirahat dulu. Jangan melanggar aturan yang sudah ada. Jika itu semua sudah dilakukan, maka tinggal menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Karena masih ada faktor X yang bisa terjadi diluar kendali kita.
Safety driving and safety driving.
0 comments:
Post a Comment